Teruntuk suamiku,
Mungkin pada saat ku mengeluh dan bermuka masam padamu, adalah saat ku menjadi pelupa...
Lupa bahwa kau mencintaiku begitu tulus...
Lupa bahwa kau akan melakukan apapun semaumu untuk membahagiakanku...
Lupa bahwa kau adalah penanggung dosa-dosaku...
Dan lupa bahwa engkaulah imamku.
Maka dari itu, kumohon bersabarlah padaku.
Bersabarlah ketika aku menjadi pelupa.
Bersabarlah ketika aku bermuka masam.
Dan bersabarlah untuk mendidikku.
Karena sungguh, engkaulah yang akan menuntunku menuju surgaNya.
Jumat, 26 Desember 2014
untuk hatimu
Ada kalanya kita tak lagi mampu saling menatap
Ada kalanya kita tak lagi mampu saling bicara
Ada kalanya kita tak lagi mampu duduk bersama
Kala amarah menguasai
Kala air mata tak henti menetes
Kala hati terasa teriris
Dan aku hanya berharap, kita masih mampu mengingat cinta dan kasih yang dulu kita perjuangkan bersama.
Ada kalanya kita tak lagi mampu saling bicara
Ada kalanya kita tak lagi mampu duduk bersama
Kala amarah menguasai
Kala air mata tak henti menetes
Kala hati terasa teriris
Dan aku hanya berharap, kita masih mampu mengingat cinta dan kasih yang dulu kita perjuangkan bersama.
Langganan:
Komentar (Atom)